DPM - Tugas 7
Tugas 7
NPM : 210104200046
Nama : Keenan Ragil Prathama
Kelas : B
Semester : I
Mata Kuliah : Dasar Penulisan Multimedia
- Judul Progam : Apa Kabar Indonesia Pagi TVone
- Kategori : News
- Durasi : 19 Menit 39 Detik
- Jam Tayang : 06.30 WIB
- Link : https://youtu.be/qQGBKCEE6gl
Visual | Audio |
Bumper TVone “Apa Kabar Indonesia Pagi” Ext : Situasi lapangan monas siang hari, LS dari : · Shot dari depan dengan tampak jelas truk yang melintas · Pembangunan tenda dan panggung di halaman monas · Kumpulan orang yang sedang menghadiri acara 212 tahun lalu Running Text : Persiapan Reuni 212 Text on screen Transisi gambar | (Voice Over) Tenda-tenda ini antara lain akan digunakan sebagai tempat penyimpanan logistik serta posko kesehatan pelaksanaan reuni 212 Acara yang berlangsung Senin, 2 Desember 2019 mendatang mengusung tema bela islam dan bela Nabi Muhammad SAW Rencananya acara dimulai sejak dini hari dengan agenda sholat tahajjud berjamaah. Menurut, panitia acara persiapan hingga kini sudah mencapai 90% dan sudah mendapat izin dari polda metro jaya. Sementara itu, banyak pihak yang mempertanyakan pentingnya acara tersebut. Mengingat pilpres 2019 terakhir. Sementara, sosok Prabowo yang didukung oleh 212 yang menghadiri 212 tahun lalu menjadi bagian dari pemerintah. Lalu, apa maksud dan tujuan reuni 212 |
LS, dari Studio Text on screen : Reuni 212 mau apa? Transisi gambar è Furniture : Chandra Karya Running Text : · Presenter 1 : Kamarith Kusuma · Presenter 2 : Bayu Andriyanto · Reuni 212 mau apa? · Narasumber 1 : Slamet Ma’Arif (Ketua PA 212) · Narasumber 2 : Guntur Romli (Aktivis muda NU) TS, Studio dan situasi lapangan monas MS, Studio Transisi | Presenter 1 : Sudah mendapat izin dari kepolisian, sudah mendapatkan pemprov DKI Jakarta dan 90% sudah dikatakan hamper siap dari persiapan reuni 212 Nah, apa tujuan dibalik adanya lagi dari reuni 212? Apakah memang factor dari yang memang sudah disebutkan tadi? Presenter 2 : ada motif keagamaan distu mengumpulkan umat atau ada motif politisnya? (Slamet Ma’Arif menjawab pertanyaan presenter 1 dan presenter 2) Slamet Ma’arif (Ketua PA 212) : setiap tahun pertanyaan itu muncul, baik politis ataupun tidak tahun politis pasti muncul pertanyaan tersebut. Jadi, bagi kami momen 212 adalah sesuatu anugrah dari Allah yang patut kita syukuri dan wajib kita pelihara dimana menjadi momentum hari persatuan dan kesatuan umat Indonesia. Oleh karenanya, lahirnya 212 memiliki historinya. Dan saya tegaskan lahirnya 212 tidak ada kaitannya dengan Prabowo dan lain sebagainya. Tidak ada kaitannya, kan capres baru tahun 2019 kemarin tidak ada hubungannya. Oleh karenanya tahun ini pun kami kembali mewujudkan rasa syukur kita kepada Allah SWT dengan karunia itu. Yang kedua, mau apa sih? 1. Kita mau memperingati maulid nabi, karna masih suasana maulid nabi 2. kita ingin mengingatkan kembali bahwa ada hari dimana persatuan umat islam itu Allah kumpulkan di satu momen dalam kedamaian, ketertiban, aman, bersih, penuh toleransi, saling berbagi di Indonesia Nah, kemudian kita juga belum menginghatkan kembali kepada anak bangsa bahwa masih ada kami-kami yang senantiasa istiqomah, konsisten untuk mengingatkan anak bangsa bahwa di Negara yang berdasarkan pancasila ini yang NKRI ini tidak boleh ada, siapapun dia yang menistakan agama apapun di Indonesia dan kami pastikan pada siapapun yang menistakan agama di Indonesia kami pasti akan selalu berjuang untuk melawan itu semua Presenter 2 : Tapi.. bentar… Slamet Ma’arif (Ketua PA 212) : kemudian, kami juga ingin mengungkapkan harus ada keadilan di Indonesia ini.. Presenter 2 : Tapi kalau misalnya, setiap tahun pertanyaannya selalu sama? Kenapa lagi? Kenapa lagi? Tapi kalau misalnya sekarang kan.. emm banyak orang yang membingkainya gini lagi kental dengan suasana politis kayanya ada suasana yang tidak puas dengan itu semua. Akhirnya kemudian membawa peringatan mauled nabi masih ada agenda-agenda lainnya dibawahnya tuh Slamet Ma’arif (Ketua PA 212) : iya kalau tahun kemarin, mungkin kita disoroti kegiatan kita politis wajar, kalau sekaranmg pertanyaanya politisnya apa? Tahun ini? Gak ada. Justru kita membuktikan bahwa kita tidak mengurusi masalah politis. Ada urusan politik kek, membela perjuangan agama, membela rasullulah, membela islam tetap kita laksanakan Presenter 1 : Pa ustadz, tapi saya mengutip dari peringatan pemerintah dalam negeri bapak Tito Karnavian menyebutkan saat ini hanya gerakan alumni 212 yang menjadi hambatan dalam menjaga stabilitas politik Indonesia kemudian saya juga sedikit mengutip pernyataan dari Bapak Muldoko, yang menghombaw reuni 212 dilangsungkan sangat tertib bila benar-benar diselenggarakan. Ia menekankan masyarakat sejatinya tidak ingin ada lagi gerakan-gerakan suasana yng menjadikannya tidak tenang. Nah, kalau kita tangkep dari pernyataan ini berarti ada factor-faktor lain begitu yang dikhawatirkan nantinya dalam penyelenggaraan reuni 212. Slamet Ma’arif (Ketua PA 212): Kalau kita melihatnya ada kelompok orang yang memang mengidap satu indikasi penyakit 212, phobia 212 gitu. Presenter 1 : dalam artian pemerintahkah ini ? Slamet Ma’arif (Ketua PA 212): Jadi, siapapun dia yang mendengar 212 kemudian dia jadi panik, kemudian jadi diluar control itu bagi kami dia, kena 212 phobia gitu. Nah, kemudian pa muldoko mengatakan “Tertib”, 3kali kita melaksanakan ga tertib dimana? Gausah diomongkan memang kita berupaya semaksimal mungkin untuk tertib dan aman. Nah, kemudian.. ehmm… pa mendagri mengatakan kelompok 212 yang… apa tadi?... Presenter 1 : menjadi hambatan…menjaga stabilitas politik Indonesia Slamet Ma’arif (Ketua PA 212): Kok stabilitas politik? Orang kita bukan partai politik… Presenter 2 : ya mungkin karna… cenderung ketika 212 muncul ada stigma polarisasi lagi kembali. Nah kan, kita sudah habis-habisan ni… pilpres… tentang polarisasi nih… begitu semua sudah reda ada reuni lagi, jadi ada kekhawatirannya itu kali… Slamet Ma’arif (Ketua PA 212): Justru itu… kemaren kita ada polarisasi … ada sekat-sekat karna ada kaitan pilpres yang cukup mendukung, antara 01 dan 02. Sekarang itu, saya tegaskan… sudah tidak ada 01… udah tidak begini lagi (menunjukan jari angka 1) udah gaada begini lagi (menunjukan jari angka 2) udah gaada lagi… udah selesai itu…mari sekarang, di momen 212 2019 kita jadikan hari untuk merekatkan anak bangsa semua. Yang kemarin tersekat-sekat… yang kemarin terpilah-pilah… yang kemaren terpolarisasi. Ayok! 212 besok… hari senin… jadikan kita untuk merekatkan kembali nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Presenter 1 : jadi tidak ada lagi tekanan-tekanan politik untu pemerintah begitu ya? Maksudnya dalam arti tidak ada ingin pengulangan KRS…kemudian… Slamet Ma’arif (Ketua PA 212): Saya pastikan tidak ada urusan politik… tekanan gerakan moral… mengkritisi bangsa… itu kan hak setiap warga Negara. Kami juga, punya hak dong, untuk mengurusi bangsa? Karna kami ingin mengingatkan bahwa ada hal-hal yang memang harus dikerjakan oleh anak bangsa. Seperti 3 hal besok… akan ada… Presenter 2 : sebentar 3 halnya bisa di tahan dulu gak? Slamet Ma’arif (Ketua PA 212): Oiya boleh… Presenter 2 : Saya ingin minta tanggapan dari mas Guntur nih… dari pada diem doang… kalau misalkan mas Guntur melihatnya secara frameing pilpres kemudian kemaren pilpres… ehmm masih ada hubungannya gak? Atau memang ini… ehmm.. niatnya unsur keagamaan saja? Mas Guntur : ya… kalau saya melihat 212 dari awal adalah gerakan politik yang memakai idium-idium keagamaan. Lepas dari 212 yang pertama tuh kan… konteksnya pilkada DKI… kemudian ada kasus disitu adalah… masalah Pa Ahok… nah kemudian setelah Pa Ahok dihukum… tetap saja 212 bergulir… dan kita tahu bahwa itu menjadikan gerakan politik untuk 2019. Dan waktu itu adalah Pa Prabowo. Jadi kalau kita lihat thirdcam jejak tidak pernah lepas dari motif-motif politi, meskipun dibantah… menurut saya tidak masalah ngaku aja… sebenernya kita selaku gerakan politik… aspirasi politik ya sah-sah saja sebenernya kan? Mau bikin acara… mau bikin gelar… mau bikin apapun… Cuma kalau saya melihat karna ini pertama tempatnya adalah di ruang public, yang dibayar oleh pajak Negara. Kalau 212 menempati sebuah tempat yang private, apakah di tempat sendiri, mungkin saya tidak layak untuk komentar. Karna itu, bagian dari ekspresi pribadi kelompok. Yang kedua misalnya… Presenter 1 : yang kedua ditahan dulu Mas Guntur, kita akan harus iklan dulu, sebenarnya saya penasaran… tetapi, kita akan kembali lagi permirsa… |
Transisi Situasi lapangan Text on screen : Reuni 212 mau apa? Didukung oleh : Diabetasol pilihan no.1 diabetes Bumper TVOne “Apa Kabar Insonesia pagi” Running Text : · Reuni 212 mau apa? · Nama narasumber TS, Studio dan situasi lapangan monas TS, Studio dan video Habib Rizieq | Presenter 2 : kita kembali lagi… di Apa Kabar Indonesia pagi… masih membahas mengenai reuni 212 saya ke Mas Guntur. Mas Guntur, tadi bilang kalau ini memang sudah nuansa politis yang pertama. Sebelum masuk yang kedua nih, menurut mas Guntur momentumnya apa sih? Kalau misalnya politis? Pilpres kan sudah selesai… pilkada sudah jauh… didepan ada apa? Mas Guntur : menurut saya tetap tujuannya itu, melakukan menyerang pa Jokowi. Kan tetap ada di luar-luar sana. Yang tidak puas dan tidak setuju dibawa Pa Prabowo karna mungkin sebuah system. Mereka butuh gerakan-gerakan Presenter 1 : jadi, ada luka lama begitu ya? Mas Guntur : ya… mungkin ada… saya tidak ingin menjawab, kemudian menurut saya juga. Yang ke-2 tadi saya kan sudah sampaikan tadi bahwa 212 menggunakan tempat publik yang kedua adalah acara ini juga ketika diadakan yang menggunakan informasi menyesatkan, kontroversi untuk menarik perhatian soal kepulangan Habib Rizieq yang gak jadi dengan alas an tuduhan bahwa ia ditekan oleh pemerintah kita, ini kan bikin rebut? Semua orang bertanya-tanya Ma’Arif itu menggunakan informasi-informasi itu. Sehingga semua orang tertarik untuk mengomentari. Presenter 2 : ternyata telah menarik perhatian umat dulu Mas Guntur : ternyata, faktanya Habib Rizieq tidak dicekal oleh pemerintah RI ya tapi oleh pemerintah Saudi sekarang kita nggak tahu pokoknya ini bikin berita yang apa rame lah dulu kemudian yang heboh-heboh ketiga tetap ada tujuan politik di situ dia katakan partai-partai yang di luar sistem itu masih kita lihat ya tokoh-tokohnya akan diundang 212 kemudian juga ada lah kalau di Pilkada DKI ya, Ada Gubernur Jakarta sekarang Anies Baswedan itu juga menggunakan terlihat ada indikasi-indikasi kuat menggunakan 212 sebagai ajaran politik dia untuk 2024 itu kalau kita mengamati bahwa dari rekam jejak Kemudian dari hal-hal yang kita katakan kita saksikan bahwa gerakan 212 itu tidak lepas dari gerakan politik ya yang menggunakan isu agama Presenter 2 : tapi, gini mas menyebutkan kalau diawal ada pihak-pihak yang tidak puas misalnya arahnya kesana toh sah-sah saja kan ? berekspresi, berpendapat dengan apapun labelnya sah toh? Mas Guntur : yang saya Sebutkan tadi bahwa kalaupun 212 sebagai gerakan boleh nggak masalah Cuma sangat akan ada beberapa hal yang harus juga dilihat. Menyerang pemerintah dengan informasi yang palsu pencekalan Habib Rizieq tidak dibenarkan kemudian juga menggunakan frameing-frameing isu-isu penistaan agama Presenter 1 : walaupun sebenarnya disebutkan ada juga kasus yang baru begitu ya? Penistaan agama? Ya kalaupun terlapor, Habieb Rizieq dilaporkan, Amien Rais dilaporkan. Malah, kelompok-kelompok mereka yang dilaporkan penistaan agama pernah digarap. Nah ini, bagaimana kasusnya? Kalau memang kita mau masuk ke itu. Presenter 1 : Pa ustadz tadi dikatakan memang ini ada gerakan politik kemudian ada juga faktor-faktor lain, seperti framing yang aktif, begitu yang di angkat oleh Reuni 212 Ma’Arif (Ketua PA 212) : Pertama saya tanggapi dulu masalah ruang public di monas, saya pikir monas penggelolaanya punya aturan, siapapun boleh make kok. Yang penting ada dokumentasi kemudian kita ada pembayaran refuse monas, dan itupun dilakukan. Artinya ga 212 yang pake monas dan Mas Guntur gak boleh lupa itu sampai hilang ingatan bahwa diluar kelompok prosedur yang pake monas. Kelompok-kelompok Mas Guntur yang pake Monas, pake-pake saja silahkan saja begitu kan NU muda dan NU sepuh tidak ada aturannya, gak bisa disalhkan kepada 212 Presenter 2 : clear ya Mas Guntur Ma’Arif (ketua PA 212) : silahkan saja begitu kan NU muda dan NU sepuh tidak ada aturannya, gak bisa disalhkan kepada 212 tidak bisa di judge kepada 212. Yang kedua, dibilang berita Hoax tentang pencengkalan itu kami fakta dan bukti cekalnya sudah viral dimana-mana sampai saat ini, jangan dianggap selesai. Pa Ahok selesai, jadi komisaris utama ya kan? enak? Satu kami Imam kami masih dalam pengasingan poilitik imam kami hak asasinya dicabut sampai saat ini. Selesaikan juga dong? Kalau ini ingin selesai sekarang… jangan… jangan… jangan… Presenter 1 : jadi, karna Habib Rizieq belum kembali karna adanya acara 212 terus-terusan, begitu ya? Presenter 2 : atau jadi agenda? Ma’Arif (Ketua PA 212) : pertama saya sampaikan, yang jelas sampai hari ini Habibie itu sehat walafiat bersama keluarga tidak pernah diganggu oleh pemerintah Saudi Arabia ataupun oleh warga Saudi Arabia Bahkan mereka bisa berdakwah di sana bisa terima tamu kemarin bikin Maulid Nabi artinya dengan pemerintah Saudi Arabia saya katakan, kemudian tidak dicekal betul kalau memang pemerintah tidak mencekal ya betul. tetapi, pencekalan beli di Arab Saudi itu atas permintaan skenario rezim penguasa saat ini Presenter 2 : meskipun sudah dibantah tuh, oleh pejabat-pejabat pemerintahan Indonesia Ma’Arif (Ketua PA 212) : faktanya, sampai saat ini belum dibuka tuh? Presenter 2 : oke… berarti sudah diklarifikasi kalau melihat ? kalau 3 agenda itu masuk dalam frame politik? |
Komentar
Posting Komentar